Senin, 16 Februari 2009

perjalanan spritual

DAFTAR ISI

Daftar isi ..................................................................................... 1
Latar Belakang ........................................................................... 2-3
Rumusan Masalah ..................................................................... 3
Pengertian Spritual .................................................................... 4-7
Kisah Kun Fayakun ................................................................... 8-12
Metode Islam dalam Menyelesaikan Masalah ........................ 12-18
Refleksi Penganiayaan vs pembinaan .......................................19-20






























”Buah Mengembalikan Urusan Kepada Allah dan Bersabar”
Oleh: Muhammad Qadaruddin**


A. LATAR BELAKANG

Dalam hidup ini setiap muslim kadang menghadapi ujian, cobaan dan bencana. Karena itu, ketika diuji, hendaknya ia bersabar dan mengharapkan pahala kepada Allah atas musibahnya. Jika demikian, tentu Allah tidak akan menyia-nyikan sesuatu pun untuknya, bahkan Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik dari apa yang hilang darinya.
Dalam Shahih-nya, Imam Muslim meriwayatkan dari Ummu Salamah ra, bahwasanya ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah saw, 'Tidaklah seorang muslim yang tertimpa suatu musibah, lalu ia mengatakan apa yang diperintahkan Allah, 'Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah aku pahala karena musibah ini, dan gantikanlah untukku sesuatu yang lebih baik darinya,' kecuali Allah akan memberinya ganti yang lebih baik.' Ummu Salamah berkata, 'Ketika Abu Salamah meninggal dunia, aku berkata, 'Siapakah orang Islam yang lebih baik dari Abu Salamah?, (penghuni) rumah yang pertama kali hijrah kepada Rasulullah saw? Lalu aku mengucapkan perkataan diatas, kemudian Allah menggantikan untukku Rasulullah saw sebagai suami'."
Wahai ummat Islam, ketahuilah! Sesungguhnya barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik dari padanya. Siapa yang meninggalkan dari menampar pipi sendiri, mengoyak-ngoyak pakaian dan berteriak-teriak meratap serta kemungkaran yang sejenisnya, kemudian ia memohon pahala di sisi Allah atas musibahnya serta mengembalikan semuanya kepada Allah, niscaya Allah akan menggantikanya dan sungguh Allah pemberi
Nabi Musa AS memiliki ummat yang jumlahnya sangat banyak dan umur mereka panjang-panjang. Mereka ada yang kaya danjuga ada yang miskin. Suatu hari ada seorang yang miskin datang menghadap Nabi Musa AS. Ia begitu miskinnya pakaiannya compang-camping dan sangat lusuh berdebu. Si miskin itu kemudian berkata kepada Baginda Musa AS, "Ya Nabiullah, Kalamullah, tolong sampaikan kepada Allah SWT permohonanku ini agar Allah SWT menjadikan aku orang yang kaya. Nabi Musa AS tersenyum dan berkata kepada orang itu, "saudaraku, banyak-banyaklah kamu bersyukur kepada Allah SWT. Si miskin itu agak terkejut dan kesal, lalu ia berkata, Bagaimana aku mau banyak bersyukur, aku makan pun jarang, dan pakaian yang aku gunakan pun hanya satu lembar ini saja"!. Akhirnya si miskin itu pulang tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya. Beberapa waktu kemudian seorang kaya datang menghadap Nabi Musa AS. Orang tersebut bersih badannya juga rapi pakaiannya. Ia berkata kepada Nabi Musa AS, "Wahai Nabiullah, tolong sampaikan kepada Allah SWT permohonanku ini agar dijadikannya aku ini seorang yang miskin, terkadang aku merasa terganggu dengan hartaku itu. Nabi Musa AS pun tersenyum, lalu ia berkata, "wahai saudaraku, janganlah kamu bersyukur kepada Allah SWT. Ya Nabiullah, bagaimana aku tidak bersyukur kepada Alah SWT?. Allah SWT telah memberiku mata yang dengannya aku dapat melihat. Telinga yang dengannya aku dapat mendengar. Allah SWT telah memberiku tangan yang dengannya aku dapat bekerja dan telah memberiku kaki yang dengannya aku dapat berjalan, bagaimana mungkin aku tidak mensyukurinya", jawab si kaya itu. Akhirnya si kaya itu pun pulang ke rumahnya. Kemudian terjadi adalah si kaya itu semakin Allah SWT tambah kekayaannya karena ia selalu bersyukur. Dan si miskin menjadi bertambah miskin. Allah SWT mengambil semua kenikmatan-Nya sehingga si miskin itu tidak memiliki selembar pakaianpun yang melekat di tubuhnya. Ini semua karena ia tidak mau bersyukur kepada Allah SWT.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Perjalanan Spritual ?
2. Bagaimana Kisah Kun Fayakun ?
3. Metode Penanganan Masalah yang di Hadapi Si A ?
4. Kajian tentang Pembinaan vs Penganiyaan yang dilakukan Si A ?


C. Pengertian Perjalanan Spritual
Spiritual dari bahasa latin spritus artinya api. Jadi, pengertian spritual, manusia memiliki kekuatan yang dilambangkan seperti api. Pertanyaannya, bagaimana mengelola api itu? Spritual tidak bisa diterjemahkan atau dimasukkan ke dalam ajaran agama, karena diluar hal yang kongkret. Sekarang, apakah anda bisa menggambarkan api apa yang ada didalam agama atau bathin anda? Sangat sulit untuk dijelaskan walaupun akan banyak timbul jawaban-jawaban yang beragam. Pada dasarnya, spiritual itu adalah sarana seseorang untuk menciptakan kekuatan dalam doa. Kekuatan inilah yang sulit dilakukan manusia pada masa sekarang. Kekuatan ini memerlukan beberapa langkah untuk bisa mencapai ke arah spiritual. Coba kita pergi ke budaya kejawen(jawa kuno). Kejawen mengenal dengan tapa. Tapa disini banyak yang caranya. Ada tapa puasa, tapa tidur, tapa semedi dan sebagainya. Cara-cara ini untuk mencapai nirwana ( alam segar yang sulit diterjemahkan dengan bahasa nalar manusia). Nirwana dibayangkan manusia itu bisa merasakan dan mengetahui apa yang akan terjadi pada dirinya dan orang lain. Selain itu juga, manusia yang telah berhasil kesana biasanya disebut sufi atau orang suci. Dia juga bisa berkomunikasi secara jelas bersama Tuhan lewat doa-doanya. Inilah yang disebut sebagai spiritual. Spritual itu tidak hanya berhenti pada pemahaman kebathinan tetapi hubungan antara manusia dan Tuhan dan manusia dan manusia. Disitulah alam spritual. Tapi, sayang sekali, spiritual sering dipahami secara lain oleh para manusia yang berada di dunia gaib. Dengan mendalami spiritual, kita bisa mengajak kerjasama dengan jin, setan atau sebagainya. Mungkin, bagi orang muslim ini syah-syah saja. Namun, perlu diketahui, ketika kita berada di alam gaib dan bahkan berkomunikasi dengan alam itu sama saja umur seseorang bisa mengurangi umur dan mendekati kesialan
Albert Einstein tentang Spiritualitas. ada beberapa point yang bisa diambil dari pernyataan dibawah, semoga bisa disimpulkan dan dipahami.
Saya ingin memahami pemikiran Tuhan; selebihnya adalah soal detail saja
Pengetahuan tanpa agama adalah pincang. Sedang agama tanpa pengetahuanadalah buta.
Agama saya terdiri dari seuntai kekaguman yang sederhana, terhadap suatukekuatan supra yang tak-terbatas - yang tertampak dalam rincian yang dapatkita cerap menggunakan persepsi lemah dan remang kita.
Semakin jauh kemajuan evolusi spiritual umat manusia, semakin pasti bagisaya bahwa: jalan menuju religiusitas sejati tak semata-mata terletak padaketakutan terhadap kehidupan, ketakutan terhadap kematian, keyakinan yangmembuta; namun suatu perjuangan mengikuti kaidah-kaidah pengetahuan rasional.
Setiap orang yang terlibat secara serius didalam pencarian pengetahuan,menjadi yakin bahwasanya, ada suatu jiwa termanifestasikan pada hukum Semesta raya - jiwa yang secara luas superior terhadap jiwa-jiwa manusia, dan sesuatu dimana dihadapan-Nya, kita beserta kekuatan mutahir kita terasa sedemikian lemahnya.
Rasa religius para ilmuwan berbentuk suatu kekaguman, yang terpesona padakeharmonisan hukum alam; yang menampakan suatu superioritas kecerdasan,dibandingkan dengan seluruh sistematika berpikir dan bertindak dari umatmanusia, dalam suatu refleksi signifikan yang tak terbantahkan lagi.
Tiada cara logis untuk mengungkap hukum-hukum elemental. Yang ada hanyalahcara intuitif, yang dibantu oleh suatu ketajaman rasa, terhadap runtutan yangmelandasi di balik suatu penampakan.
Batin intuitif adalah anugrah sakral, dan pikiran rasional adalah ‘pelayan’setianya. Kita telah membangun sebuah tatanan masyarakat yang memulyakan ‘pelayan’ dan melupakan anugrah.
Sesuatu yang terindah yang kita alami adalah: pengalaman misterius kita;Ia-lah sumber dari seni dan pengetahuan sejati.
Kita mesti waspada untuk tidak menjadikan intelek sebagai Tuhan kita; iamemang memiliki kekuatan, namun ia tak memiliki kepribadian.
Barang siapa yang memfungsikan dirinya sebagai hakim dari Kebenaran danPengetahuan, akan porak-poranda menjadi bahan tertawaan para dewata.
Bila mana jalan keluar terasa mudah, Tuhan-lah yang memberikan jawaban.
Tuhan tidak mempermainkan semesta seperti dadu.
Tuhan sedemikian licinnya, namun Ia tak bermaksud jahat.
Umat manusia adalah bahagian dari keseluruhan, dari apa yang kita sebutdengan Semesta, bahagian yang terbatas dalam ruang dan waktu. Ia mengalamidiri-Nya sendiri, pikiran dan perasaan-Nya ibarat terlepas dari yang lainnya— yang bersifat seperti khayalan optik — terhadap Kesadaran-Nya. Khayalanini, sesungguhnya adalah sejenis ‘penjara’, yang mengekang kita darinafsu-nafsu keinginan pribadi dan dari beberapa orang terdekat, kesayangankita. Tugas kita adalah membebaskan diri dari penjara ini, dengan caramemperluas lingkaran pengorbanan kita, hingga mencakup semua makhluk hidup dan seluruh alam dalam keindahannya.
Tiada sesuatupun yang memberi nilai manfaat pada kesehatan manusia danmemberikan kesempatan hidup di muka Bumi ini, sebesar evolusi yang diberikanoleh pola makan vegetaris.
Manusia yang menjalani hidupnya secara tak bermanfaat bagi makhluk lainnya,bukan saja tak beruntung, akan tetapi nyaris tak layak bagi kehidupan.
Perdamaian tidak dapat dijaga dengan Kekuatan. Ia hanya dapat dicapaimelalui saling pengertian.
Hanya kehidupan bagi kehidupan lain sajalah, yang bermanfaat.
Pikiran manusia tak mampu untuk meraih Semesta. Kita ibarat seorang anakyang memasuki perpustakaan raksasa. Dinding-dinding dan langit-lagitnyatertutup rapat oleh buku-buku dalam berbagai bahasa yang berbeda-beda. Si anakmengetahui bahwa, pasti ada seseorang yang menulis semua buku-buku itu; walauia tak mengetahui siapa dan bagaimana caranya. Iapun tak mengerti bahasa yangdigunakan dalam penulisan buku-buku itu. Akan tetapi, si anak mencatat adanyasuatu rancangan baku dalam susunan buku-buku tersebut serta dalam urutannya —yang misterius — yang tak ia pahami, kecuali melalui dugaan-dugaan picisannya saja.
Yang terpenting adalah, untuk tidak berhenti mempertanyakannya.Keingin-tahuan memiliki alasannya sendiri dalam membangkitkan rasa panasaran.Seseorang tak dapat membantu, namun hanya terpesona ketika ia berkontemplasi:terhadap misteri-misteri kekekalan, terhadap kehidupan, terhadap strukturrealitas yang mengagumkan. Adalah cukup, bila seseorang mencoba melengkapidirinya dengan secuil misteri setiap hari. Tanpa kehilangan kekagumannya yangholistik itu.
Apa yang saya saksikan di Alam, adalah suatu struktur yang mengagumkanyang hanya dapat kita pahami dengan tak-sempurna, dimana seorang pemikirsemestinya merasa sedemikian rendahnya. Tak ada yang dapat dilakukan terhadapmistikisme, inilah ungkapan rasa religiusitas yang murni.
Emosi terhalus kita, dimana kita mampu merasakannya, adalah emosi mistis.Disinilah tergelar bagian terkecil dari semua seni dan pengetahuan sejati.Siapapun yang asing bagi perasaan ini, yang tak lagi mampu merasakanketakjuban, dan hidup dalam kondisi ketakutan, sesungguhnya telah mati. Gunamengetahui sesuatu yang tak terselami bagi kita, sebetulnya benar-benar adadan memanifestasikan dirinya sebagai kebijaksanaan tertinggi dan keindahanyang paling bersinar, dimana bentuk terkasar dari pengetahuan inipun merupakansuatu yang membutuhkan intelektualitas yang memadai; perasaan ini adalah …..sentimen religius yang sesungguhnya. Dalam pengertian ini……dan hanya dalam pengetian inilah, saya menempatkan diri saya dalam deretan manusia-manusia religius besar.
Masalah nyata bagi kita adalah hati dan batin manusia. Adalah lebih mudahmengubah sifat plutonium, dibandingkan dengan merubah sifat ke-setan-an dalamdiri manusia.
Agama Sejati adalah kehidupan nyata, hidup dalam jiwa manusia, hidup dalamkebajikan dan hidup dalam kebenaran, bagi semua.
Intelejensia memberi kejelasan kesaling-tergantungan antara makna-maknadan jawaban akhir daripadanya. Akan tetapi, hanya dengan memikirkannya saja,tak dapat memberikan kita rasa - tentang akhir yang bersifat fundamental danultima tersebut. Guna memperjelas akhir fundamental dan nilai-nilai, sertamempercepat mereka dalam kehidupan emosional individu, dengan persis tertampakoleh saya bahwa: fungsi yang paling penting dari agama adalah bila agamaberhasil membentuk kehidupan sosial manusia.

D. Kun Faya Kun Suatu Kisah Perjalanan Spritual

Cerita ini merupakan pengalaman pribadi saya atau anggaplah si A, Pada hari itu si A sedang mengerjakan penulisan tesis S2 di kamarnya ketika si A membina di salah satu pondok psantren di makassar, si A pada saat itu membina kelas 1 MAK ( Madrasah Aliyah Khusus ) yang berjumlah sekitar 100 orang, lumayan mereka di tempatkan dalam satu kamar yang luas, di kamar itulah mereka beraktivitas sekitar 12 jam perhari, yakni belajar bersama, berdiskusi, bermain, istrahat, dll. Mereka berinteraksi dengan perbedaan karakter masing, sehingga terkadang terjadi pertengkaran ( perilaku yang negatif ) dll, hal ini juga dipacu oleh banyaknya jumlah santri dalam satu kamar. Hubungan yang berlanjut dari kelas 1 SMP hingga – 1 SMA, menanamkan nilai-nilai persaudaraan atau nilai-nilai ukhuwah, mereka menganggap mereka semua bersaudara, kepercayaan diantara mereka-pun tumbuh, sehingga milik pribadi jadi milik umum ( tidak ada milik pribadi yang ada milik bersama terkecuali uang / one for all all for one ), pada sore hari santri berolah raga kamar-pun kosong dari santri, terkadang mereka tidak mengunci kamar, dan lemari ada yang lupa dan memang ada yang tidak mengunci lemarinya, barang – barang disimpan di tempat umum, setelah mereka berolah raga, mereka kembali ke asrama masing-masing dan melaksanakan aktivitas yang lainnya, ada yang mandi, ada yang tidur-tidur sedikit, ada yang makan kue dan ada yang memeriksa barang-barang-nya . Pada sore hari itu selesai berolah raga tiba-tiba mereka berkumpul semua dan mengumumkan bahwa “ barang siapa yang melihat atau menemukan uang, maka harap di informasikan ke si B”, setah mereka berkumpul ada salah seorang teman mereka yang melihat si C membuka lemari si B dan mengambil uang si B, dan lebih lagi karena menurut si B “ ada satu santri yang tinggal di kamar pada saat santri lain berolah raga yakni si C, dasar inilah yang menyebabkan si C dituduh sebagai maling unag tersebut. Setelah mereka berdiskusi panjang lebar bersama ketua kamar dan ketua periode mereka, mereka-pun berinisiatif untuk memberitahukan kepada Pembina-nya yakni si A, mereka-pun berlarian turun ke lantai satu tempat Pembina mereka dan mengetuk pintu-nya, pada saat itu si A lagi kerjakan tesis dan lagi sibuk, dan si A-pun membuka pintu kamar-nya dan di dalam kamar sangat berantakan karena buku berserakan dimana-mana . dan si A berkata : ada apa ?
Si C : “ Bengini k” tadi ada teman kehilangan uang dan yang kami tuduh si C ??
A : “ bagaimana kamu tahu kalau itu si C ??
C : ” tadi waktu semua teman pergi olah raga si C sendiri dalam kamar tidak ada yang lain baru si B tidur pas dekat lemari si D ??
A: ” kalau begitu tlg panggilkan si B ? ...

Pada saat itu setelah sholat magrib si C pun menghadap ke si A, dan si A menayakan tentang aktivitasnya dalam sehari ini, dan setelah perbincangan yang panjang lebar, si C ternyata mengelak kalau dia yang mengambil uang itu, sekitar 5 jam di kamar si A dengan pendekatan persuasif, si C pun tidak mengakui tuduhan itu.
Si A merasa capek, pusing tesis belum beres, ditambah sikap si C yang tuturnya tidak sopan menjawab pertayaan, maka perasaan marah-pun keluar, kayu yang ada di balik pintu diambil dan di pukulkan ke betis santri dan santri-pun berteriak keras......
Keesokan harinya santri tersebut kembali kerumahnya untuk mengadukan perilaku si A kepada bapaknya dengan memperlihatkan bekas pukulan yang terdapat di betis dan tangan, dan bapaknya-pun menelpon pihak pesantren dan memberitahukan bahwa pemukulan ini akan di laporkan ke kantor kepolisian, esok hari orang tua santri datang dan membawa rombongan katanya untuk memcari/membalas si A yang memukul anaknya, pada saat itu si A berada di daerah lain sedang melaksanakan tugas, pada malam hari itu juga si A ditelpon oleh pihak pesantren mempertayakan tentang pemukulan itu, si A berakata ”kalau memang saya salah maka saya siap menerima sanksi itu”, setelah pihak pesantren menelpon pihak orang tua santri menelpon dan berkata” saya akan melaporkan bapak ke kantor polisi” , dan si A menjawab ”silahkan pak”.
Malam hari itu setelah menerima telpon si A, tidak lagi fokus dengan tugas tetapi gelisah, dan tidak tenang perilakunya mondar-mandir menggambarkan pikirannya yang kacau, dia-pun berdiskusi dengan temannya tentang solusi-ya dari masalahnya, temannya-pun menberikan solusi tetapi tidak dapat menyelesaikan masalah, si A-pun pasrah dengan kondisi dan musibah yang terjadi padanya si A esok harinya memberanikan diri kembali ke pesantren tersebut dengan wajah yang kusut, dan tidak punya semangat, pada hari itu si A di panggil oleh Direktur pesantren dan di introgasi hingga di suruh buat pernyataan tetang siap menerima konsekwensinya.
Kepasrahaan dan ketidakberdayaan menyebabkan si A hanya merenung pagi hingga malam memikirkan masalahnya, kerjanya hanya tinggal di mesjid berdo’a dan berdo’a, sekitar 7 hari kasus ini di proses si A dipanggil setiap hari untuk diminta jawabannya, 7 hari juga si A tidak dapat meninggalkan pesantren walaupun itu alasan kuliah, sehingga tesis-pun tertunda, tetapi si A-pun sabar menunggu proses penyelesaian masalahnya Setiap hari si A mengamalkan Do’a yang dipelajari di Pesantrennya takni sebagai metode penyelesaian masalah :

. DOA-DOA YG MA’TSUR KETIKA DITIMPA KESULITAN/BENCANA


Ada beberapa doa yg shahih jk ditimpa bencana atau takut ditimpa bencana diantaranya sbb (jk mendapatkan doa2 lain hendaklah periksa/tanya hadits2nya sampai nomor pada haditsnya, agar kita tdk menggampangkan dalam meriwayatkan doa dan senantiasa berpegang kepada doa yg ma'tsur) :


لاَ إِلهَ إِلاَّاللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ . لاَإِلهَ إِلاَّاللهُ رَبُّ الْعَرْشِ اْلعَظِيْمِ . لاَإِلهَ إِلاَّاللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ رَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ

"Tiada ILAH selain ALLAH Yang Maha Agung lagi Maha Lembut. Tiada ILAH selain ALLAH Pemilik 'Arsy yg Agung. Tiada ILAH selain ALLAH Pemilik Langit dan Bumi dan Pemilik 'Arsy yg Mulia." (HR Bukhari, dlm Fathul Bari' XI/145; dan Muslim, dlm Syarh Shahih Muslim XVII/43)

ُسْبحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ

"Maha Suci ENGKAU, sesungguhnya aku termasuk orang2 yg zhalim (QS al-Anbiya : 87)." (HR Tirmidzi no. 3572; Ahmad I/170; al-Hakim I/505 dan ia men-shahih-kannya dan disepakati oleh adz-Dzahabi)

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ

"Wahai Yang Maha Hidup Lagi Berdiri Sendiri, aku memohon pertolongan dengan rahmat-MU." (HR Tirmidzi dlm at-Tuhfah, no. 3593; dan Ibnu Sunni, no. 339; hadits ini di-dha'ifkan oleh Tirmidzi karena dlm sanadnya terdapat Yazid ar-Raqqasy, tapi ia mendapat syahid dari hadits lain yg diriwayatkan Ibnu Mas'ud ra dlm al-Hakim I/509 sehingga derajatnya menjadi hasan li-ghairihi).

Demikian nafa’ani wa iyyakum..

Alhamdulillah masalah si A-pun selesai, pintu maaf dari santri dan orang tua santri terbuka buat si A, selama 7 hari perasaan si A tertekan tidak ada satupun yang dapat diminta pertolongannya kecuali berdo’a/ meminta kepada yang maha kuasa agar beban/masalah ini dapat petunjuk dari yang khalik, si A tiap hari berdo’a/berkomunikasi kepada Allah agar pintu hati santri dan orang tua santri terbuka, tiap hari si A membaca buku-buku yang berjudul ketika do’a ingin dikabulkan Allah seperti dalam kitab karangan imam al Gazali yang mengungkapkan syarat-syarat agar do’a terkabul antara lain : mengangkat tangan ketika berdo’a, do’a terkabul dalam keadaan susah, dan tidak ada lagi yang dapat menolong, berdo’a pada waktu yang tepat.
Do’a merupakan komunikasi primer yang efek-nya langsung bilamana itu sesuai dengan syarat-syarat komunikasi kepada Allah dalam al-Qura’an dikatakan memintalah pertolongan pada Allah, maka Allah akan mengabulkan permohnanmu itu , sama halnya ketika kita berkomunikasi dengan orang lain secara langsung dapat berefek langsung, baik efeknya positif atau negatif, bilamana komunikasi kita baik maka efeknya juga baik, misalnya ketika kita meminta uang kepada orang tua dengan sopan maka orang tua-pun memberikannya, orang tua akan berfikir 100 kali memberikan uang kepada anak yang nakal karena akan dimamfaatkan kepada hal-hal yang buruk, tetapi bilamana anak yang sholeh meminta uang maka orang tua tidak akan berfikir panjang. tetapi kenapa banyak orang yang kaya padahal tidak sholeh ? ini ada kajian khusus tetapi pada intinya kekayaan itu adalah musibah buat yang kaya tapi tidak sholeh.
Banyak hal yang kita lihat dalam realitas fisik ini fenomena semesta yang diluar keterbatasan manusia baik yang kita alami sendiri maupun yang dialami orang lain, dalam beberapa sinetron menggambarkan beberapa kejadian yang luar biasa yang tidak disangka-sangka oleh manusia misalnya dalam sinetron rahasia ilahi, kun fayakun, dll.

E. Metode Islam Sekilas Tentang Do’a

1 Pengertian Do’a
Menurut bahasa do'a berasal dari kata "da'a" artinya memanggil. Sedangkan menurut istilah syara' do'a berarti "Memohon sesuatu yang bermanfaat dan memohon terbebas atau tercegah dari sesuatu yang memudharatkan. Adapun lafadz do'a yang ada dalam al Qur'an bisa bermakna sebagai berikut:
1. Ibadah, seperti firrman Allah: Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak memberi madharat kepadamu selain Allah, sebab jika kamu berbuat demikian make, kamu termasuk orang-orang yang zhalim.(Yunus: 106).
2. Perkataan atau Keluhan. Seperti pada _rman Allah:_Disalin dari majalah As-Sunnah 07/IV/1421H hal 52 - 57. Badai' al-Fawaid III/2, oleh Ibnu al Qayyim.
1.Maka tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi. (alAnbiya: 15).
3. Panggilan atau seruan. Allah ber_rman: Maka kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu berpaling ke belakang. (ar-Rum: 52)
4. Meminta pertolongan. Allah ber_rman:Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang at Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad) buatlah satu surat yang semisal at Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (al Baqarah: 23).
5. Permohonan. Seperti _rman Allah: Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjagapenjaga jahannam: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari." (al Mukmin: 49).




2 Macam-Macam Do’a
Syeikh Abdurrahman bin Sa'diy berkata:
"Setiap perintah di dalam al Qur'an dan larangan berdo'a kepada selain Allah, meliputi do'a masalah (permintaan) dan do'a ibadah." Adapun perbedaan antara kedua macam do'a tersebut adalah:
1. Do'a masalah (permintaan) adalah: Meminta untuk diberikan manfaat dan dicegah dari kemudharatan, atau sesuatu yang sifatnya permintaan. Dan ini dibagi menjadi tiga: Al-Qawaidul Hasan li Tafsiril Qur'an, hal: 154, oleh Ibnu Sa'di.
a) Permintaan yang ditujukan kepada Allah semata dan ini (termasuk tauhid dan berpahala. -red. vbaitullah)
b) Permintaan yang ditujukan kepada selain Allah, padahal dia tidak mampu memenuhi dan memberikan permintaannya. Seperti meminta kepada kuburan, pohon-pohon besar atau tempat-tempat keramat. Dan ini termasuk syirik dan dosa besar.
c) Permintaan yang ditujukan kepada selain Allah pada hal-hal yang bisa dipenuhi dan bisa dilakukan, seperti meminta prang lain, yang masih hidup untuk memindahkan atau membawakan barangnya dan ini hukumnya boleh.
2. Do'a Ibadah maksudnya Semua bentuk ibadah atau ketaatan yang diberikan kepada Allah balk lahiriah maupun batiniah, karena pada hakikatnya semua bentuk ibadah misalnya shalat, puasa, Haji dan sebagainya, tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan ridha Allah dan dijauhkan dari azab-Nya.

3 Fadhilah (Keutamaan) Berdo’a
1. Do'a merupakan ibadah dan sebuah ketaatan alas perintah Allah. Allah berfirman:Dan Tuhanmu berfirman: Berdo'alah kepadaKu, niscaya akan Kaperkenankan bagimu, sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina. (al Mukmin: 60). Di dalam sebuah hadits disebutkan: Dari an-Nu'man bin Basyir berkata, bahwa Rasulallah bersabda: Do'a adalah ibadah. 3
2. Merupakan perbuatan yang paling mulia dan dicintai oleh Allah. Dari Abu Hurairah Rasulullah bersabda: Tidak ada sesaatu yang lebih mulia di sisi Allah dari do'a. Tirmidzi, no: 2969, kitab at Tafsir; Abu Daud, no: 1479, kitab Shalat, bab Addu'a; Ibnu Majah, no: 3828, kitab Do'a Fadluddua. Dan dishahihkan oleh Syeikh al Albani dalam Kitab al Jami', no:3407. 4HR. al-Bukhari dalam kitab al-Adab at Mufrad, no: 712, bab Fadluddua.
3. Do'a menghalangi kemurkahan Allah. Karena orang yang tidak berdo'a kepada Allah, Allah akan marah kepadanya sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulallah, Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, Allah akan marah padanya.
4. Do'a menunjukkkan kecerdasan dan kekuatan batin seseorang. Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda: "Selemah-lemahnya manusia adalah orang lemah (jarang) berdo'a dan sebakhilbakhilnya manusia adalah orang yang bakhil dalam mengucapkan salam.
5. Do'a bisa mencegah bencana yang belum terjadi dan menghilangkannya bila sudah terjadi. Rasulullah bersabda: Tidak ada yang bisa menolak al Qadar (takdir) itu kecuali do'a. 7
6. Do'a menjadi perekat tali cinta dan kasih sayang sesama mukmin. Karena seseorang yang mendo'akan saudaranya yang lain yang jauh, maka akan dikabulkan. Allah ber_rman: Sesnngguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, Allah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang. (Maryam: 96). Dan sudah disepakati bahwa do'a termasuk dalam iman dan amal shalih.
7. Berdo'a merupakan sifat orang-orang muttaqin. Allah berfirman: HR. at Tirmidzi no: 3373 dan Ibnu Majah no: 3827, pada kitab Do'a, bab Fadlu ad-do'a, dan dihasankan oleh Syeikh al Albani di Shahih Adab al Mufrad 512.HR.Ibnu Hibban no: 1939, kitab Ad-Do'a, bab man Ajaza Fiddua dan dishahlhkan oleh Syeikh al Albani di Shahih al Jami': 1044. HR. Ibnu Majah (90) bab al Qadr, Tirmidzi (139) bab La Yaruddul al Qadr, Iliad-do'a dan dihasankan oleh al-Albani di Shahih Jami': 7687. Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar) mereka berdo'a: Ya Tahan kami, beri ampuniah kami dan saudarasaudara Kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah engkau menjadikan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman, Ya Tuhan kami sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. (al Hasyr: 10). Dan juga merupakan sifat para Nabi-nabi terdahulu, kalau mendapatkan permasalahan mereka segera berdo'a kepada Allah, sebagaiamana yang diceritakan oleh Allah dalam _rmanNya:
"Maka Kami perkenankan do'anya, dan Kami menganugerahkan Yahya kepadanya. Dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo'a kepada Kami dengan harap dan cemas, dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami." (al Anbiya: 90).
8. Do'a menjadikan seseorang tsabat (teguh/kokoh) dalam menghadapi musuh dan sarana untuk mendapatkan pertolongan. Sebagaimana kisah Thalut dengan pasukan seadanya mampu mengalahkan Jalut dengan bala tentaranya. Allah berfirman: Tatkala Jalut don tentaranya telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan tentaranya) berdo'a. "Ya Tuhan kami, berilah
kesabaran pada diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang Kafrr. (al-Baqarah: 250).
9. Do'a sebagai pelarian dan tumpuan harapan orang-prang yang teraniaya. Seperti yang di contohkan oleh Nabi-nabi terdahulu ketika dimusuhi oleh kaumnya, bahkan akan dibunuh dan dianiaya. Mereka berdo'a kepada Allah. Seperti yang diceritakan oleh Allah tentang Nabi Nuh.
Sebelum mereka (kaum musyrikin Quraisy), kaum Nuh telah mendustakan (Nuh). Maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan) "Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi
ancaman." Maka dia mengadu kepada Tuhannya "bahwasannya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu menangkanlah aku. (al Qamar: 9-10). Begitu juga yang dilakukan oleh Nabi Adam sebelumnya, jaga oleh Nabi Ibrahim, Nabi Yunus, Nabi Musa dan Nabi Muhammad.

4 Syarat-Syarat Terkabulnya Do’a
Supaya do'a dikabulkan oleh Allah, maka ada beberapa syarat yang harus diperhatikan sebelum berdo'a. Di antara syarat-syarat tersebut itu adalah:
1. Harus ikhlas dan yakin bahwa hanya Allah yang bisa mengabulkan permahonan, dan meyakini bahwa tidak ada yang bisa memberi manfaat dan mencegah kemudharatan kecuali Allah semata.
Allah ber_rman: Atau siapakah yang memperkenankan (do'a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo'a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan, dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi, Apakah disamping Allah ada Tuhan-Tuhan (yang lain yang berbuat seperti itu?). Amat sedikitlah kamu mengingat-Nya. (an Naml: 62).
2. Ditujukan hanya kepada Allah semata. Allah ber_rman: Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah, maka janganlah kamu menyembah/berdo'a kepada seorangpun di
dalamnya di samping Allah. (al Jin: 18). Dan sebagaimana pesan Rasulullah kepada lbnu Abbas dalam hadits panjangnya Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah dan jika engkau minta
tolong, minta tolonglah kepada Allah.
3. Bertawassul kepada Allah dengan salah satu tawassul yang di benarkan, yaitu: HR. Tirmidzi (2511) Sifatil Qiyamah, dan disahkan oleh Syeikh al Albani di shahih al Jami' 7957.
a) Bertawassul dengan Asmaa al-Husna (nama-nama Allah yang mulia) dan sifat-sifat-Nya.
Sebagaimana diperintahkan oleh Allah dalam _rman-Nya: Hanva milik Allah Asmaa al-Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaa al-Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) namaNya, nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (al A'raf: 180). Contoh bertawassul dengan Asmaa al-Husna: Ya AI-Hayyu (Yang Ma_a Hidup), Ya Al-Qayyum (Yang terus menerus mengurus makhluk-Nya), dengan rahmat-Mu aku mohon pertolongan, perbaikilah semua urusanku, janganlah Engkau memasrahkanku kepada diriku sendiri sekejap matapun. 9
b) Bertawassul Dengan Amal Shalih.
Sebagaimana firman Allah Orang-orang yang berdo'a: "Ya Tuhan Kami, sesungguhnya Kami telah heriman, maka ampunilah segala dosa Kand dan peliharalah Kami dari siksa neraka. (Ali Imran: 16). Seperti yang dilakukan oleh "Penghuni Gua" yang diceritakan oleh Rasulullah Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar bin Khattab berkata: "Saya mendengar Rasulullah bercerita: (Di masa) sebelum kalian ada tiga orang sedang berjalan-jaian, kemudian mereka menemukan sebuah gua yang dapat digunakan untuk berteduh dan neereka pun masuk, tiba-tiba ada batu yang besar dari atas bukit menggelinding dan menutupi pinto gua. Sehingga mereka tidak bisa keluar, salah seorang di antara mereka berkata:"Sungguh tidak ada yang bisa menyelamatkan kaiian dari bahaya ini kecuali kalian berdo'a kepada Allah dengan menyebut amal shalih yang pernah diperbuat" HR. al-Hakim dan dia menshahihkan dan disepakati oleh adz-Dzahabi. Lihat Shahih at Targib wat Tarhib 1/273.
Akhirnya setiap orang menyebut amal shalihnya. Yang pertama (menyebutkan) perbuatan baiknya kepada orang tuanya. Yang kedua (menyebutkan keadaannya yang) meninggalkan maksiat (zina)
karena tnkut kepada Allah, padahal sudah berada di antara dua kaki perempuan. Yang ketiga (menyebutkan) amanahnya, yaitu dia menyerahkan gaji pembantunya yang sudah lama pergi
meninggalkannya.
c) Tawassul dengan do'a orang shalih yang hadir dan masih hidup. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Anas yang artinya: Bahwa seorang Arab Badui mendatangi Nabi dan beliau sedang khotbah jum'at. Ia mengadukan kekeringan yang terjadi, dan minta untuk dido'ahan supaya turun hujan. Rasulullahpun mendo'akannya. Bellau belum turun dari mimbar kecuali air hujan mengalir di jenggotnya. Begitu juga yang dilakukan oleh para sahabat, mereka bertawassul dengan do'anya al Abbas. Juga tawassulnya Muawiyah dengan do'anya al Aswad bin Yazid at Jurasy.
4. Berdo'a dalam kebaikan bukan untuk dosa dan memutuskan silaturrahim. Rasulullah bersabda:
Do'a seorang hamba akan dikabulkan selama tidak berdo'a untuk dosa dan memutuskan kerabat.
5. Husnuzhan (berbaik sangka) kepada Allah bahwa Dia akan mengabulkan do'a kita, kalaupun tak dikabulkan itu karena hikmah yang Allah lebih mengetahuinya. Dari Abu Hurairah Rasulullah bersabda: "Berdo'alah kepada Allah sambil kamu meyakini bahwa Allah akan nengabulkannya. Lebih lengkapnya lihat hadits Bukhari no:3465, kitab Ahadits aubiya, bab Hadits Al-Ghar; Muslim no:2743, bab Qissah Ashabul Ghar, atau Riyadussalihin bab Niyat hadits no: 13.HR. al Bukhari, no:933, kitab al Jum'ah, bab Istisqa' _l Jum'ah dan Muslim no:898, kitab al Istisqa', bab Ad Do'a _l istisqa'.HR. al Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad no:655 dan Muslim no:2735, kitab Adz-Dzikr wad-
Dua, bab Istihbaab Hamdullah Ba'da al-Akli wa as Syarb. HR. at Tirmidzi no:3479, kitab ad-Daa'wat dan dihasankan oleh Syeikh al-Albani di dalam Shahih al Jami' no: 245.
6. Menghadirkan hati dalam berdo'a Berta berusaha memahami makna dari do'anya. Karena Rasulullah bersabda: Ketahuilah sesungguhnya Allah tidak akan menerima do'a dari hati yang
lalai.
7. Memperbaiki makanan dengan berusaha memakan yang halal. Allah berfirman: Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa. (al-Maidah: 27). Dan diriwayatkan oleh Abi Hurairah, Rasulullah bersabda: Sesungguhnya Allah itu Maha Baik, tidak menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan Allah mmerinintahkan kepada orang-orang mukmin sebagaimana Dia memerintahkan kepada para Rasul. Allah ber_rman: "Hai para Rasul makanlah segala sesuatu yang baik, dan lakukanlah pekerjaan yang baik", Dia juga ber_rman: "Hai orang.orang yang beriman, makanlah apa-apa yang baik dari yang telah Kami rizkikan kepadamu."Kemudian Rasalullah menceritakan seseorang yang menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut masai dan penuh debu, dia menengadahkan tangannya ke langit gambit berdo'a: °Wahai Tuhan, wahai Tuhan", sedangkan makanannya haram, minutnannya haram, pakaiannya dari yang haram dan perutnya di kenyangkan dengan makanan haram, maka bagaimana mungkin permohonannya dikabulkan.
8. Sebaiknya berdo'a dengan do'a-do'a yang ada dalam al qur'an. HR. al Hakim 1/494, at-Thaharani kitab ad-Do'a dan dihasankan bleb Syeikh al-Albani di dalam Shahih al Jami' 245.HR. Muslim no:1015, ktab Az-Zakat, bab Qabuulu as Sadaqath min Kasbin Tayyib.
9. Menghindari I'tida' (melampaui batas) dalam berdo'a. (Bentuk-bentuk I'tida' dalam berdo'a akan dljelaskan pada pembicaraan mengenai kesalahan-kesalahan dalam berdo'a. Insya Allah)
Allah berfirman: Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan merendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas (baik pada cara meminta dan apa yang diminta).(al A'raf: 55).

F. Penganiayaan Vs Pembinaan
Sekolah seharusnya sebagai tempat dimana siswa dan guru saling berinteraksi satu sama lain, dimana guru melakukan pembinaan dalam hal ini mentransfer ilmu pengetahuan, sekolah merupakan tempat formal yang di dalam nya seharusnya berlangsung interaksi secara formal antara guru dan siswa. Sekolah memiliki aturan main tersendiri/tata tertib dalam melangsungkan proses pembelajarannya, di sekolah siswa harus bersikap sopan terhadap guru, berbicara dengan baik bila berkomunikasi dengan guru, bersikap baik bila lewat depan guru dll.
Guru merupakan pahlawan tampa tanda jasa mereka peras keringat dan banting tulang dalam membentuk intelektual generasi muda selanjutnya bukan hanya itu guru juga memiliki tanggungjawab membina akhlaq generasi selanjutnya, imam al-Gazali mengatakan kalau mau melihat bagaimana kondisi bangsa kedepan maka lihat saja akhlaq gnerasi sekarang kalau akhlaqnya buruk maka lihat saja bangsa kedepan akan berakhlaq buruk, korupsi dll tidak akan dapat bendung, Kingsley Davis mengatakan perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan, Taylor kebudayaan adalah suatu kompleks yang mencakup pengetahuan, hukum, moral, kepercayaan, misalnya kalau pada saat ini budaya korupsi tidaklah perlu merubah membentuk lembaga agar korupsi tidak ada lagi tetapi perubahan lembaga suatu masyarakat mis. Pemerintahan tidak akan baik bilamana tidak dimulai dari perubahan budaya korupsi
Setiap guru memiliki cara/metode pembinaan yang berbeda dengan guru lain dalam hal ini dalam buku psikologi terdapat tiga pola pembinaan anak diantaranya yakni pola otoritatif yakni pembinaan yang otoritasnya dipegang oleh orang tua kalau disekolah dipegang oleh guru ini sesuai denga pendapat tiga kutub pembinaan anak yakni sekolah, rumah, dan lingkungan sekeliling, siswa yang diajar memerlukan metode yang berbeda dalam pembinaan melihat perbedaan karakter individu, ada anak yang tinggat kenakalan-nya sudah lewat batas sehingga siswa ini memerlukan pendekatan khusus, apalagi yang namanya sekolah biasanya anak yang dimasukkan di sekolah memiliki motif yang berbeda, ada yang melihat sekolah itu bengkel, tempat dimana anak dapat diperbaiki, kedua ada yang melihat sekolah itu sebagai rumah sakit jiwa, tempat dimana anak dapat mentalnya dibina, ketiga ada yang menganggap sekolah itu tempat penitipan anak, dimana ketika orang tua di rumah tidak sempat lagi bersama dengan anak, keempat ada yang menganggap sekolah sebagai tempat belajar.
Motif yang berbeda sehingga membuahkan attituude yang berbeda dan persepsii mengenai sekolah dan unsur-unsurnya yang berbeda, guru terkadang dilihat hanya sebagai baby sister yang hanya bertugas untuk memberi makan, menjaga tidak ada wewenang dan tanggung jawab yang lebih luas, atau guru dipersepsikan sebagai pekerja bengkel sehingga yang masuk di sekolah adalah anak yang sudah rusak, atau dipersepsikan sebagai penjaga tahanan yang kerjanya hanya menjaga anak, guru tidak dipercayakan membina anak.
Hal inilah yang menyebabkan banyaknya penomena pemukulan yang terjadi di sekolah, guru menjadi objek hukum yang akan selalu waspada terhadap murid. Hukum tidak memandang bulu siapa saja akan masuk penjara bila bersalah, HAM hak asasi manusia yang mengatur tentang hukum perlindungan anak, menjadi alat bagi siswa dan orang tua siswa yang kurang paham terhadap pendidikan untuk menakut-nakuti guru dalam membina. Sehingga di sekolah kita melihat bagaimana perilaku murid terhadap guru semakin menjadi-jadi, siswa tidak lagi hormat sama gurunya malahan banyak realitas di sekolah kita dapatkan perlakuan siswa yang nakal terhadap gurunya, ada yang menghina gurunya dll. Guru hanya diam saja melihat perilaku siswa tersebut karena takut di penjara, malahan bilamana siswa tidak masuk sekolah ( alpa ) atau berkelahi dll, berbagai kenalan yang dilakukan siswa, guru tetap diam saja, mungkin ini pulalah yang menyebabkan angka indeks prestasi siswa menurun, malahan bilamana secara jujur, siswa yang ikut UAN persentasi kelulusan sangat sedikit, tapi karena adanya inisiatif guru membantu siswanya dalam ujian maka persentasi kelulusan lumayan tinggi.
Sudah banyak guru yang korban hukum perlindungan anak, guru yang seharusnya mengajar di sekolah sekarang guru boleh jadi berada dalam penjara bersama dengan pelaku kejahatan, ini merupakan kondisi yang sangat tragis dan menyedihkan, padahal kalau kita mengerti tentang dunia pendidikan, yang mana tidak ada guru yang ingin menyakiti siswanya malahan unsur pemukulan yang dilakukan guru tidak bermotif untuk menyakiti tapi untuk membina, sejak dulu pemukulan di sekolah sering terjadi toh siswanya lebih berhasil dari yang sekarang, yang mana siswa sekarang cendrung malas tidak disiplin dll.
Penganiayaan vs Pembinaan hanyalah persoalan motif dan tempat. Peganiayaan dan pembinaan sangat berbeda penganiayaan memiliki batasan tersendiri mengenai objeknya, kalau mis. Objeknya siswa nakal subjeknya guru yang memiliki kepribadian yang baik maka dibutuhkan melihat motif dan tempatnya kalau mis dii sekolah dan bermotif pembinaan tidak ada dendam sebelumnya. Maka guru tidak dapat disalahkan. Bilamana kasus pembinaan yang dilakukan guru sudah dianggap penganiayaan maka ini akan memperburuk dunia pendidikan, hal ini akan menjadi contoh bagi siswa lain, belum lagi tersorot oleh media tentang” guru dipenjara akibat penganiayaan terhadap siswanya” . berita ini membuat para siswa yang nakal gembira dan akan berefek prilaku seenak saja di sekolah. Siswa jadi raja guru jadi budak, guru dihina tidak jadi masalah, siswa dicubit saja akibatnya penjara belum lagi, ketika siswa dan orang tua siswa membuat pernyataan palsu pada media yang menjatuhkan harkat dan martabat guru. Dahulu guru dan siswa bagaikan anak dan orang tua, berbeda dengan sekarang siswa dan guru bagaikan polisi dan penjahat.

















Spiritual Journey
( Dosen : Prof Dr.HJ. Nina Winingsih Syam.Dra, MS )






OLEH








MUHAMMAD QADARUDDIN.A
170130087011








UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG
















































**muhammad Qadaruddin ’mahasiswa S3 Komunikasi UNPAD”

Tidak ada komentar: