Senin, 16 Februari 2009

komunikasi

PENCITRAAN AMERIKA SERIKAT DITINJAU DARI
OPINI PUBLIC MEDIA MASSA DALAM BARACK OBAMA INOUGURATION
MUHAMMAD QADARUDDIN[1]
Pada tanggal 20 JANUARI 2009, di CAPITOL HILL WASHINGTON DC, BARACK OBAMA Merupakan president ke-44, yang berkulit hitam pertama di Amerika Serikat, warga Amerika berharap besar terhadap pemimpin baru tersebut untuk melakukan perubahan, dengan slogamnya” “Change We Need” dan “Yes We Can”.bukan hanya warga Amerika tetapi juga dunia global khususnya Islam sangat berharap tentang penyelesaiaan konflik di dunia khususnya Israil dan Pelestina . Khususnya di Indonesia, berack obama memiliki history, dimana obama pernah bersekolah di Indonesia dan hidup dalam culture Indonesia, namun masyarakat Indonesia masih dilema tentang ”apakah obama mampu memberikan konstribusi besar kepada Indonesia” pertayaan ini hanya dapat dijawab oleh obama atau menunggu kenyataan “reality show” .
Opini Public Barack Obama merupakan Tolak ukur beberap pakar hanya dapat memprediksi secara verbal dari stateman obama, baik seberapa kali obama menyebut “Merintis Kembali Diplomasi Dengan Timur Tengah, Membangun Hubungan Baru Dengan Muslim, melepaskan dari krisi global” akumulasi persentasi ungkapan, bilamana obama mengulang beberapa kali ungkapannya itu berarti opini itu akan menjadi prioritas dalam kebijakannya, tetapi bukan hanya itu untuk mengukur keseriusannya ada juga dengan cara melihat partai obama (Demokrat ) yang berbeda dengan pemimpin sebelumnya yang berpartai Republik, atau dalam keluarganya yang multikultur sehingga mampu mengakomodasi banyak bangsa.

Kemampuan obama dalam beroterika tampa teks merupakan salah satu bukti bahwa obama memiliki kemampaun berpolitik yang luar biasa, mampu menghadirkan 2.000.000.000 lebih masyarakat Amerika, seakan akan obama mampu menghipnotis orang yang disekelilingnya dengan kata-kata khusus dan intonasi yang berirama kemenagan obama dengan suara pemilih 62,9 juta (52%), belum lagi kemampuannya membuat negara lain menggantungkan kepercayaannya terhadap pemimpin baru tersebut karena tertanan dalam diri obama tradisi multikultur yang ada dalam keluarganya.
Kemampuan obama dalam berbahasa Indonesia walaupun hanya beberapa kata, merupakan salah satu cara obama dalam memperlihatkan kedekatannya dengan bangsa Indonesia.

Citra Amerika di dunia global, apakah obama mampu membuat dunia global percaya bahwa Amerika sebagai negara adidaya akan membawa perubahan besar pada dunia. Membuat citra Berpolitik tidak jauh beda dgn membuat produk inovasi, iklan, harga, dan strategi distribusi yang berbasis pada riset yang sama, namun analisa dari keputuhan bermula dari pemilih dan penduduk. Misalnya pengalaman pribadi orang terkait merek citra diciptakan melalui impresi visual yang dikomunikasikan dengan tampilan fisik politisi, kemunculannya di media, pengalaman, serta riwayatnya sebagai pemimpin politik.

Perpolotikan AS tidak dapat diaplikasikan di Indonesia, masyarakat Indonesia memiliki tipesifikasi yang berbeda-beda, Culture, Lingkungan Geografis, belum lagi banyaknya partai dan rumitnya mekanisme pemilihan Umum, mulai dari kurang lebih 5 kertas suara yang berbeda warna ( Presiden, DPRD RI,DPD, DPRD PROVINSI, DPRD KABUPATEN ) belum lagi banyaknya kanidat dari 1 partai bisa sampai 5-15 kandidat dan diantaranya ada yang memiliki kualitas dan lebih banyak yang tidak berkualitas, malahan penomena legislatif merupakan lapangan kerja bagi beberapa calon yang belum memiliki apa-apa ”, kondisi yang seperti ini akan menumbuhkan kebigungan dan pesimisme masyarakat terhadap pemimpin yang baik, berkualitas, dan berjiwa spritual. ” apakah mereka mampu menahkodai negara, dan daerah ini, serta membawa pada perubahan sosial, ekonomi, politik, dll .

[1] Mahasiswa BKU Ilmu Komunikasi S3 UNPAD 2009 “Mata Kuliah Teori-Teori Komunikasi Kontemporer”

Tidak ada komentar: